//
you're reading...
logo

Dilema Kodak si Raja Film

Siapa yang tidak kenal dengan merk yang satu ini? Pasti semua tahu. Hampir setiap orang terbiasa menyebutnya. Bahkan brandnya sendiri telah menjadi jargon khas yang menggambarkan kamera. Siapa lagi kalau bukan “Kodak”. “Pinjam kodaknya dong?”. “Kodaknya mana?” Teman-teman sepermainan saya, saudara, orang tua, kakek dan nenek saya seringkali mengucapkan kalimat ini ketika memiliki hajatan atau acara-acara resmi. Sedikit mirip dengan penggunaan kata Honda yang mewakili sepeda motor. Meskipun menggunakan kamera yang bukan merk “Kodak”, terkadang kita sering menyebutnya dengan kodak merk sony, dan lain sebagainya.

Namun, seiring bergulirnya waktu. Si raksasa film dan kamera mulai mengalami masa-masa tuanya. Perusahaan yang berumur 131 tahun ini pada akhirnya mengalami penuaan dan telah mengajukan bangkrut ke pengadilan. Seperti yang diuraikan oleh New York Times beberapa waktu lalu, perusahaan kodak telah mengupayakan berbagai solusi terkait kecenderungan turunnya nilai perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari penghematan biaya, dan beberapa strategi-strategi pada akhirnya mengurangi aliran kas perusahaan. Hingga pada tahun 2004, perusahaan yang merupakan perusahaan paling menguntungkan di Amerika ini kehabisan kas dan mulai menderita kegagalan. Kodak sesuai dengan uraian beberapa pengamat terlambat untuk mengantisipasi kemajuan jaman. Kodak terlena dengan “tahta” yang selama ini diraihnya. Kemajuan teknologi digital dalam kurun waktu singkat mampu mengubah kebiasaan dalam menggunakan kamera. Disamping karena teknologi kodak yang belum diperbarui, munculnya ponsel-ponsel cerdas dengan fitur kamera terintegrasi membuat kodak semakin terpuruk.

Terlepas karena permasalahan yang sedang menggeluti Kodak. Saya memiliki ketertarikan lain untuk membahas perjalanan sejarah logo dan evolusi dari Kodak.

kodak logo

Evolusi Logo Kodak

Awal 1900-an

Kodak beberapa diantara perusahaan yang mulai mengintegrasikan nama ke dalam bentuk symbol/logo. Bisa dilihat pada gambar di atas, menggunakan inisial EKC – Eastman Kodak Camera.

Awal 1930-an

Di periode ini, Kodak mulai fokus menggunakan kata yang lebih singkat dan mudah diingat. Menggunakan kombinasi warna kuning keemasan dan warna merah terang.

1960-an

Mulai diperkenalkannya penggunaan kertas curly pada bagian pojok. Kodak menggambarkan merk di balik kemasan.

1971

Kodak mulai menambahkan ornamen berupa simbol huruf K dengan sedikit variasi. Logo ini bertahan hingga 1987.

1987

Kodak memperbarui bentuk huruf sehingga terlihat lebih modern.

Saat ini

Hingga tulisan ini dibuat, Kodak menggunakan logo berupa huruf saja, tanpa ornamen dan lainnya. Bentuk huruf khas berbentuk bulat.

Logo ini menunjukkan kesederhanaan, universal dan bersifat kontemporer modern. Jika rekan-rekan pembaca termasuk sering menggunakan produk kodak, pasti mengenai perubahan-perubahan logo ini. Selain itu, pengguna printer xerox jg kemungkinan akan merasakan bahwa logo di kedua perusahaan ini sedikit mirip.

Hanya saja, xerox tetap menggunakan logomark berupa bola dengan hiasan huruf X.

About putuiwan

Sederhana, Pemimpi (sangat ingin mewujudkannya), Irit (bukan Pelit), Humoris, Santun, Suka mendesain gambar (walaupun keliatan abstrak), Tukang Bengong aka Pemikir.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan email anda untuk menerima informasi konten terbaru dari blog ini.

Kategori

Twitter Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Mapan Maju Fb Page

%d blogger menyukai ini: